20131210

Memaafkan: Bagaimana caranya?

Memaafkan itu apa sih? Sebenernya ini sesuatu yang sangat aku ingin tahu tapi belum mendapat jawabnya. Sampai 2 hari lalu aku menulis sesuatu di facebook, something like this:

Pas lagi glundung2 di kasur sambil dengerin Coconut Treez tiba-tiba terpikir satu sms permintaan maaf dari seorang yg kukenal. Permintaan maaf, via sms. 
Sopankah? Kalo menurutku minta maaf by sms itu kok kaya pengecut banget ya. Sama dengan mengungkapkan cinta lewat sms. Segitu takutnyakah akan reaksi si penerima permintaan maaf? Kalau begitu merasa bersalahnya, kenapa niat banget pas berkesalahan? 
Karena uda sms dianggap slese urusan? Pokoknya uda minta maaf? Kalo tujuannya begitu, ngapain minta maaf? Nggak usah juga ga ada pengaruhnya kok. Nggak bakalan mati si penerima permintaan maaf meski tanpa permintaan maaf setengah hati dari engkau. 
Permintaan maaf kok jadi protokoler gini ya? Hahaha... 
Jadi dimaafkan ato nggak? Hmmm.. jujur sampe skrg aku kurang paham sama arti memaafkan.. yang jelas sih selalu berusaha utk memaklumi, bahkan sebelum sms permintaan-maaf itu datang. 

Bukan mau sok bijak ya, Temans. Ini cuma sebagai bahan pembelajaran bersama, lebih baik kalo mau minta maaf ya langsung lah.. ato minimal telpon (kalo sang korban tinggalnya jauh di Alaska, for example). Memang serem ya pas kita melihat/mendengar apa yg dikatakan sang "korban", ya itulah yang musti kita terima ketika minta maaf. Kalau nggak salah kan nggak mungkin dibegitukan? Ya gak sih? Jangan cuma bisa jadi pengecut yang menghindari kemarahan orang lain dengan mengirim sms. Kesalahanmu itu, pantaskah hanya disampaikan melalui sms? Jadilah ksatria, akui kesalahan, minta maaf dengan tulus dan berjanji tidak mengulangi. Simple kan?
Well.. kalo emang takut banget ya gpp sih kirim permintaan maaf nan mendayu-dayu by sms, itulah alasan kenapa pathetic loser itu nyata adanya bcos they really do exist. We can't blame these pengecuts juga sih.. Dimaklumi saja~ Hehehe~

*jane pengen mbales sms //matio ae// tp malu sm martabat. Makan tuh martabat. Hahaha!! Akhirnya gak dibales sih. Didiemkeun saja *sambil di screencap trus disebar2 ke 2000 follower twitter buat diketawain bersama* LOL. Bercanda, Bro... rahasiamu aman di tanganku...
dan tangan2 followerku *mwahaha*

Iki kok malih dowo ngene sih~ 
Cuman mau sharing aja kok.. Selagi masih manusia, beranilah menghadapi apapun.. Gak beranipun harus diberani-beraniin. Dengan begitu mungkin kita bisa hidup dengan lebih lapang (?) tanpa merasa dikejar rasa bersalah. Yes?

My two rupiahs sih..

Terus ada seseorang yang menanggapi dengan serius~ XDD yang kemudian ku-PM

Bener semua omonganmu di komen terakhir.. the problem is.. you haven't answered the core question. Memaafkan itu yang seperti apa sih, Bro? 
Gini wes.. in my case, ada orang yg berbuat salah ke aku dan itu sangat menyakitiku parah. I admit there were lots of anger in the past, tapi as time goes by aku mulai bisa nggak marah ketika hal itu terlintas di pikiranku. 
Aku sdh mengikhlaskan sih.. mungkin memang takdirnya harus begitu tapi kalo untuk melupakan kok kayanya susah ya, Bro. 
Pendek kata, aku masih berusaha untuk bisa memaklumi hal itu dan berusaha untuk nggak marah tapi aku yakin ketika aku ketemu orang yang bersalah itu, mungkin tanduk setannya bisa tumbuh lagi. Hahaha.. 

Ribet kan? 
So, if you know how to perform this memaafkan thingy, sudilah untuk membaginya denganku. 
Deep down inside aku uda mikir "Fine, whatever. Let's say God saves me from worse misery in the future" tapi disaat lain "How dare you use me, fuckin son of a bitch!!! Go to hell~! Die! Die now!!"
Itu apa ya? 
Sumpah aku bingung sama kata memaafkan ini. Ato aku yang membuatnya susah dimengerti tapi kata memaafkan itu nggak segampang kedengarannya, Bro. Kayanya aplikasinya banyak gitu..
Bukan bermaksud ngengkel, bersikeras ato apa. Kalo pendapatmu make sense mungkin you really can save me for being such an ironic little bitch for myself. LOL
Bales pas gak sibuk aja. Maaf nambahin pikiranmu. Lha kamu njawabe serius yo tak seriusi pisan. Hahaha~ 

dibalesnya: 

Kalau memaafkan itu mungkin artinya, melepaskan beban. Kita tahu masalah itu ada di masa lalu, dan mungkin masih terasa di masa kini, tapi kita yakin itu tidak akan mempengaruhi masa depan.

Memaafkan itu simple. Dilakukan, kemudian dilupakan. Ya gitu aja udah, tidak perlu diingat sebagai hutang yg kita 'lepaskan' tanpa berbayar. Anggap sebagai bayaran ke diri sendiri, untuk mendekatkan diri pada Tuhan dan menaikkan derajat kita sendiri, mengakui bahwa kita terlau sayang diri untuk selalu terjebak dalam kubangan keburukan orang lain. 
Kalau emosi naik karena kita ingat hal yg telah lalu  itu wajar aja deh jeng, karena itu berarti kita belum melakukan sesuatu yg worthy untuk kita sendiri, dan manusia memang makhluk yg harus struggle untuk bersyukur

Yg perlu digarisbawahi waktu kita teringat dosa orang lain di masa lalu adalah: 1) jangan2 sy sedang mendzalimi diri sendiri dan orang lain pada saat SEKARANG dgn mencari2 kesalahan orang lain di masa LALU. 
2) mungkin ini berarti saya kurang bersyukur atas orang2 baik dan kebaikan yg saya punya sekarang. ini pertanda buruk saya punya kecenderungan memfokuskan hidup pada kelemahan org lain dan keburukan saja
3) jangan2 saya kurang menghargai dan memberi reward pada diri sendiri - sekarang lah saatnya saya fokus mengarahkan perhatian untuk mencapai sesuatu yg bagus untuk diri sendiri, dan berhenti bergelimang dalam kesengsaraan dan keburukan org lain

Kalau menurut agama memaafkan itu dibuat sederhana saja, kalau minta maaf yaa diberikan kemudian keburukan itu dilupakan. Sebagaimana kita mencintai, kita mencintai orang yaa cinta yg wajar aja ga usah dibuat kompleks. Cinta orang itu karena pengin dia bahagia, karena Allah, ga usah fokus pd kelemahan si kekasih. Begitu juga memaafkan orang bukan karena orang pribadi itu, tapi karena Allah juga kita memaafkan, kita hanya memcari ridha Allah, sedang mengenai kelemahan orang itu - itu urusan dia, saya punya hidup yg harus saya bahagiakan, dan akhlak yg masih harus saya sempurnakan

Hmmm... aku jadi binun~ XDD
Kok aku gak bisa ngertiin kalimat2 itu ya? Apakah aku yang dudulz? OTL

Buat dibaca lagi... 

/jingga

No comments: