20130516

{tentang "I don't like you anymore"}





Iseng pernah ngobrol sama temen sambil flipping his photo album of ex(es), album foto berisi ex-nya. Cakep-cakep emang, entah dia pake dukun apa bisa dapet cewek-cewek keren menghiasi album fotonya. Tiba-tiba mata kami tertumbuk pada satu foto cewek yang cantiknya ngujubilah. 

Aku: Ini yang kemarin mancing-mancing pengen ditembak lagi itu?
Dia: Yep
Aku: Kenapa? Cantik gini.
Dia: I don't like her anymore.
Aku: *deg*

Tiba-tiba kaya ada lonceng guede dikelonengkan deket kupingku. Kalimat "I don't like her anymore" ini kalau langsung diucapin ke yang bersangkutan langsung, alangkah liberating-nya, membebaskan. Aku nggak bilang bakalan nggak sakit, tapi ini membebaskan. Ketika seseorang menunjukkan sikap terus terang dan ketegasan, maka mau tidak mau pihak lain akan merespon dengan tingkat ekstrimitas yang berbeda, either extremely negative or extremely positive. Setidaknya, dalam kasus temanku ini, cewek itu akan tahu bahwa dia tidak diinginkan dan (hopefully) bisa berhenti ngarep sama temenku. 

Cuman kadang pihak cowoknya juga demen diuber-uber ya, jadi kata-kata "I don't like you anymore" ini gak perna keluar dengan nyata pada obyek yang seharusnya. Dengan begini si cewek akan merasa masi punya harapan, jadi dia akan selalu "merongrong" si cowok, entah itu cari perhatian atau apa. Mbulet ya? Ya memang. Selama tidak ada itikad baik dari kedua belah pihak untuk berhenti ya akan selalu seperti ini, seperti kitiran, muter-muter aja di satu tempat. Kenapa dari kedua belah pihak, bukan dari pihak cowoknya aja? Ya karena disini yang bikin masalah kan berdua. Kalo dari cowok, mereka kudu berani bilang "I don't like you anymore", sedangkan yang cewek kudu berani berhenti ketika hati kecil bilang stop kejar-kejar cowok yang tidak merespon balik dan bilang ke diri sendiri, "he's just not that into me".

Ah entahlah.. selama kucing masi kejar-kejar tikus, percuma bahas ini. Bikin pusing saja. Teruskanlah... teruskanlah... 

-Jingga-


No comments: