20130531

An Ok from Oom ARB!! *yaaay*

Suddenly I found a whole folder full of photos that I never got the chance to check out. They were taken on 2011, exactly on the 1st of October, when the baseball season was almost over. The weather was a bit chilly but the sun shone brightly. I think it was like the best photos I have ever made, but then I think I must ask Om ARB of a piece of his mind about this photo. He's been honest, as you can see from the previous posts back.

Well, here is my picture and a little of his thought. I hope he is honest tho XD


It's a picture of one of my favorites baseball player, his name is 임태훈 (Lim Taehoon). He is still young (born in 1988). I had a ball with his sign. I met him before he entered the players' room. How lucky I wassss!! Hahaha.. Anyway, I'm glad that this photo has a positive comment from Om ARB! I will keep on submitting pictures to him in the future. It's a free class of photography! Yaaay! 

Love,
/Jingga

20130527

Terserah Anda saja...

Hello semuwaaa..

Akhir-akhir ini aku lagi getol memperdalam ilmu agama, so aku follow beberapa ustadz dan habib yang ada di twitter. Lumayan lah.. buat nambah-nambah ilmu. Karena nongkrongnya banyak di twitter, jadi mending baca-baca disitu aja kali ya. Nah, akhir-akhir ini lagi marak twitwar tentang minuman keras yang hanya legal untuk anak diatas 17 tahun, sampe masalah pluralisme dan juga soal tasawuf. Hadeuhh.. otakku langsung cemut-cemut rasanya. Ya nggak papa juga sih, untuk nambah-nambah ilmu.

Setelah banyak mikir tentang konsep-konsep itu, tiba-tiba terlintas sosok kakak kelas yang dulu banyak aku temuin pas masi kuliah S1. Sekarang sih uda agak jauh dengan beliau karena lama gak kontak, dsb. Beliau, sebut saja Bang A, suka bikin komik. Kalo bikin komik detil banget, dan background research yang dilakukan sangatlah oke. Serius lah pokoknya... sampe kostum/baju yang dipake tokoh di komiknya aja di-research kok.

Akhir-akhir ini aku agak prihatin sama yang beliau post di akun facebook-nya. Emang dari dulu beliau ini terkenal kritis dalam soal SARA, terutama agama, terutama lagi agama Islam, agamanya sendiri. Aku pernah baca beberapa komiknya yang memang mengusung tentang kritik beliau tentang FPI dan kekerasan yang dilakukannya. Dan akhir-akhir ini kekritisannya seperti makin menjadi, kemarin aku baca newsfeed, beliau ini lagi mengadakan acara bincang-bincang/diskusi bersama tentang agama. Entah apa yang mau dibahas, mungkin mau membahas umat Islam Indonesia yang makin hari makin memprihantinkan.

Nggak tau kenapa, tapi kok aku jadi sinis ya melihat dia berlaku seperti ini. Well, umat Islam Indonesia emang lagi diuji banget emang, bukan hanya dari faktor eksternal saja, tapi dari faktor internal juga. Yang paling bikin miris adalah kelakuan sodara-sodara JIL, well.. mereka memang berilmu dan nggak begitu saja menyampaikan pemikiran, mereka punya dasar, lha tapi kalau mau dibandingkan sama Bang A, FYI ya.. Bang A itu dulu solat aja nggak. Terus sekarang mau bilang kalo beliau sudah mengkaji Al Quran? Telek po?!

Aku sebagai orang Islam rasanya nggak terima dia begitukan. Isinya jelek-jelekin orang Islam melulu dan dia somehow selalu berusaha melakukan hal yang dilarang agama, atas dasar kasih sayang, blabla.. Contohnya cerita dia tentang anjing yang dia pelihara. Aduhh.. wes mbuh karepmu lah.. Oke, gpp itu urusan dia dan mungkin orang-orang di kampungnya yang gak setuju ada penduduk pelihara anjing, tapi yang sekarang dia lakukan ini? Mau apa toh? Mau bilang kalo manusia-manusia bercelana cingkrang itu orang Islam yang gak bermartabat? Mbok yo kalau mau mengkritisi itu ngaca dulu. Emang sih, gak perlu jadi orang setaraf Einstein untuk bisa menggempur teori gravitasinya tapi mengerti teori gravitasi adalah keharusan kalau mau menggulingkan teori itu, ya ga sih? Lha sekarang apa dia itu sudah ngaji Al Quran sampe tamat sama artinya sekalian? Ato kerjaannya cuman milih-milih ayat untuk kemudian dipake buat nyerang balik umat muslim? Kok kebacut banget ya? Njenengan itu orang apa toh? Kalau mau murtad mbok ya murtad sendiri saja, jangan pake jelek-jelekin Islam. Islam itu agama rahmatan lil alamin, Bang... mana mungkin salah? Kalaupun umatnya yang salah, apa kapasitas njenengan untuk menjelek-jelekkan itu ke kanan kiri? Malu Bang didengar orang.

Yang paling penting adalah, Islam di Indonesia ndak cuma FPI, Islam di Indonesia itu banyak. Ada NU, Muhammadiyah, kalo bicara organisasi lho ya.. Lagian apa pentingnya ngumpulin orang-orang (yang aku yakin pasti anak-anak muda tanggung yang lagi bangga banget nemu barang keren bernama atheisme dan agnosticism) untuk bahas masalah radikalisasi a ga ma. Agama kok radikal? Yang radikal itu sebagian kecil dari umatnya. Apalagi kalo ngomong masalah Islam ya. Islam itu agama damai, mana mungkin radikal?

Mau caper tapi kok kebangetan banget~ Ndak takut Allah duko kaliyan njenengan? Yo wes tak doakan.. semoga Anda bisa cepet kembali ke jalan yang benar. Amin ya rabbal alamin.

20130523

GTFO and GFY!!



Do you have any idea what is that song about? In short, it was about a guy who wants his ex to be back to him (although he did mistakes, he screwed up, now he apologized and he wanted to go back in the relationship)

One thing from me.. how about stop saying sorry and not doing the thing you will be sorry for?

Some chances only comes once, do not screw things up, especially when it's because of your stupid selfishness.

If it were me, I am not a second-chance-giver. You screwing things up means go away, go fuck yourself and stay away from me. Selfish people should never have a relationship with anyone.

Damn this anger again!

/jingga

20130522

Another Interaction with Om ARB ^^


Semangaaaaaat!!!

/jingga

Selalu dirahasiakan...

Pernahkah kamu jadi orang yang teramat istimewa bagi seseorang tapi itu semua dirahasiakan dengan sangat rapi? Seperti sesuatu yang hanya kalian berdua yang tahu?

Kalau berpikir bahwa hal itu spesial, mungkin hal itu spesial karena eksklusifitasnya, tapi sadarkah kamu bahwa ada arti lain, yaitu bahwa orang itu tidak ingin teman-temannya ataupun orang-orang yang dekat dengannya tahu bahwa ada sesuatu antara kalian berdua... meski itu hanya berupa pertemanan atau sesuatu yang lebih jauh seperti sesuatu yang sangat istimewa.

Kalau sudah begini, benarkah segala kerahasiaan ini berarti istimewa ataukah ini adalah egonya yang tak ingin orang lain tahu?

Pikirkan ^^

It's not love if he hides you from everyone he knows.

As sad as it sounds, do not let me ruin your imagination.

Hugs,
/jingga

20130521

Some Interaction with Om ARB :)


Note:
Need to study more about composition and some other basics!

/jingga


{tentang google}

{tentang google}

Pernah nggak Anda tanya sesuatu ke seseorang dan sebagai jawabannya Anda disuruh meng-google? Saya pernah dan menurut saya kok semacam gak enak ya. Apa saya yang sedang sensitif atau bagaimana saya nggak tau.

Suatu hari, out of the blue saya pengen 'mencolek' aqcuaintance yang kebetulan seorang otaku (kinda). Nah.. karena berniat menyamakan frekuensi, saya menanyakan sesuatu yang berhubungan dengan otaku (segala sesuatu yg berhubungan dengan J-culture, Japanese culture). Tanya apa persisnya saya lupa, yang jelas saya langsung disuruh meng-google. Oh jadi sekarang manusia sudah tidak bisa berkomunikasi baik-baik kalau tidak ada tendensi khusus (entah butuh, atau apapun)? Chit chat itu sudah so last century banget gitu? Yang lebih parah, umur wanita ini jauh dibawah saya. Kok anak sekarang ngga punya unggah ungguh ya?

Saya akui memang motivasi orang bertanya itu banyak, ada yang sekedar iseng, ada yang memang ingin tahu, ada yang basa-basi, macam-macam, tapi bukankah pertanyaan adalah elemen dari komunikasi? Benarkah ini indikasi bahwa semakin modern suatu bangsa, semakin hilang nilai-nilai kemanusiaannya? Memang tokoh anime atau tokoh kartun itu banyak yang weirdo, aneh tapi masak iya sebagai penggemar acara begituan harus ikutan aneh juga?

Halo? Masih manusia kah? Kalau merasa hampir bukan, aku tantang deh untuk gak berkomunikasi sama manusia lain selama satu hari aja. Kalo bisa bertahan, selamat! Anda sudah kembali jadi Pithecantropus Erectus sejati! Silakan kembali ke jaman manusia gua dan jangan ganggu manusia normal di jaman ini.

*triggers the gun*
Jingga

20130516

{tentang "I don't like you anymore"}





Iseng pernah ngobrol sama temen sambil flipping his photo album of ex(es), album foto berisi ex-nya. Cakep-cakep emang, entah dia pake dukun apa bisa dapet cewek-cewek keren menghiasi album fotonya. Tiba-tiba mata kami tertumbuk pada satu foto cewek yang cantiknya ngujubilah. 

Aku: Ini yang kemarin mancing-mancing pengen ditembak lagi itu?
Dia: Yep
Aku: Kenapa? Cantik gini.
Dia: I don't like her anymore.
Aku: *deg*

Tiba-tiba kaya ada lonceng guede dikelonengkan deket kupingku. Kalimat "I don't like her anymore" ini kalau langsung diucapin ke yang bersangkutan langsung, alangkah liberating-nya, membebaskan. Aku nggak bilang bakalan nggak sakit, tapi ini membebaskan. Ketika seseorang menunjukkan sikap terus terang dan ketegasan, maka mau tidak mau pihak lain akan merespon dengan tingkat ekstrimitas yang berbeda, either extremely negative or extremely positive. Setidaknya, dalam kasus temanku ini, cewek itu akan tahu bahwa dia tidak diinginkan dan (hopefully) bisa berhenti ngarep sama temenku. 

Cuman kadang pihak cowoknya juga demen diuber-uber ya, jadi kata-kata "I don't like you anymore" ini gak perna keluar dengan nyata pada obyek yang seharusnya. Dengan begini si cewek akan merasa masi punya harapan, jadi dia akan selalu "merongrong" si cowok, entah itu cari perhatian atau apa. Mbulet ya? Ya memang. Selama tidak ada itikad baik dari kedua belah pihak untuk berhenti ya akan selalu seperti ini, seperti kitiran, muter-muter aja di satu tempat. Kenapa dari kedua belah pihak, bukan dari pihak cowoknya aja? Ya karena disini yang bikin masalah kan berdua. Kalo dari cowok, mereka kudu berani bilang "I don't like you anymore", sedangkan yang cewek kudu berani berhenti ketika hati kecil bilang stop kejar-kejar cowok yang tidak merespon balik dan bilang ke diri sendiri, "he's just not that into me".

Ah entahlah.. selama kucing masi kejar-kejar tikus, percuma bahas ini. Bikin pusing saja. Teruskanlah... teruskanlah... 

-Jingga-


{tentang kehadiran}




Setiap orang punya pikiran2 iseng tentang segala sesuatu. Contohnya pas nunggu bis pulang ada cowok lucu yang lewat di depan hidung. Pasti ada aja kan pikiran yg berkelebat..
"Ya Tuhan gantengnya... kenapa kamu bukan pacar saya ya"
"OMG.. man, you're my damn type.."
"Tuhan tolong kalo milihin saya pacar yang kaya gitu ya"
"Hadeeww.. *sambil lirik cincin yg melingkar di jari manis sebelah kanan"... (bagi yg sudah menikah)
"Mannnn... why so cute!!"
Dan berjuta2 reaksi dan pemikiran lainnya.
Yg jelas semua itu cuman ada di otak, ga dibagi sama siapa2, cuma Anda yg tahu (dan Tuhan tentu saja) dan habis kaya gitu bisnya dateng, gedebukan rebutan kursi bis, lupa deh... 
Plass ilang ga berbekas. 

Terus nih... kapan-kapannya gitu.. uda lama.. uda lupa kalo perna wished to God to have such a cutie in your life, tiba-tiba aja gitu pas lagi ngopi + doodling sendirian di kafe yg lagi sepi tiba2 mak bedhunduk (bhs. Jawa untuk sesuatu yang datang secara tiba-tiba) ada orang dateng minta kertas dan minjem bolpen, he is in a rush. 
Habis nrima kertas dan bolpen dari Anda yg sambil melongo dia lari keluar kafe... ngilang. 
Belum habis merutuk tentang notebook yg sobeknya nggak rapi dan bolpen parker kesayangan yang raib, tiba2 laki-laki ini datang lagi ke meja Anda, ngos-ngosan, mendudukkan diri sambil kipas2. 
"Maaf ya, Mbak. Tadi itu saya ketemu prospective investor yg lagi buru-buru, dan saya musti catet nomer beliau karena kami sama2 gak bawa hp ataupun alat tulis sama sekali", sambil masukin lipetan kertas ke saku kemeja.
"Ini bolpennya saya kembalikan". Namanya Y ya? *lirik emboss nama di bolpen* 
"Saya X, Mbak. Perkenalkan."

Anda yang melongo tiba-tiba ingat. "Anjrit.. ini kan cowok lucu yg perna lewat di depan kantor ABCDE ituhhhhh!!! OMG!! How can these all happened??". Like... how????? Well, girls. Surprised!!!! (Sumpah surprise kaya gini gak lucu sama sekali, actually).

Kalo udah gini gimana? Siapa yang harus bertanggung jawab atas kekagetan & keheranan Anda? 

Please jangan pikir ini cuman kejadian di sinetron. Shit like this often happen to people who least expected it. 

Sisanya? Cuman Anda yg lagi ngomel2 karna takdir begitu jahat (karena mengagetkan Anda dikala Anda sedang tidak menyangka bakal kaget). 

Mungkin analogi ini nggak sepenuhnya persis karena variannya sangat banyak. 

Moral of the story: Be careful with your wishes ;)) 

Jakarta, March 12th 2013

Love,
Jingga

20130503

Deadly Embarassment X_X

Please allow me to have a moment of silence before I start working. Seriously.. things are just getting crazier and crazier for me these day and especially today. To make it shorter, I will just review quickly the background and then straight to the happening.

I've been following this young ustadz via twitter. Not because of his cute face or anything, I follow his twitter because sometimes he gives info about charity, etc. He seems to be someone who works with the infamous Ustadz Yusuf Mansur. Last Sunday 28th of April 2013, I came to the Monthly Majlis Ta'lim in Istiqlal. There you go, I saw someone on the stage and my brain directed me to the twitter account I have been following and guess what, I was freakin blown away. HE IS TOO DAMN CUTE, YOU HAVE NO IDEA!!!!! Astaghfirullah.. since then I just ducked my face and not looking at him again. 

One curiosity grows in me whether he is married or not. To be honest, I don't like having feeling for married man... so these few days my head is full of idea of how to throw him the question. As crazy as it sounds, I have no courage in whatsoever form to ask, yet I really wanna know the answer. I had to, huh? I just had to.. So last night, I saw him tweeting, around 10-11pm. Quite late, actually. After hesitating for a few mins, I threw the question. I did not screencap it, but it was something like. "Maaf Ustadz, saya mau tanya. Apa Ustadz sudah menikah? Mohon reply saja, jangan di RT." (Translation: Sorry Ustadz, I wanna ask a question. Are you married? Please reply and do not retweet). Yupp.. I didn't even say thank you. I didn't kno how to react. I was waiting with shaking hands and ticklish feeling in my tummy. My feeling has been telling me that there is no way a guy like him could be unmarried in such age, considering he's a religion practitioner as well. As usual, I ignored my inner voice and decided to execute my decision. I was waiting for an hour and two, the reply did not come. Before I slept last night, around 12, I deleted my tweet to him to avoid embarrassment if someone else read my tweet to him (my twitter account is an open acc, so it is VERY possible for anyone to stop by and read my tweets). I DELETED IT, OKAY. 

Guess what happened this morning? As you can see in the picture below... 

To my freakiest surprise, he wrote back to me. I went wild. How come? How so? I DELETED MY TWEET TO HIM. I assume he didn't read my tweet to him. I was okay with the answer, I told you I have thought about it, but the thing that disturbs me was this.

Since I have deleted my mention last night around 12, it means he has read it before that, right? Then, he decided to reply this morning and I am sure that tweet has already gone by the time he wants to reply. Allow me to wildly assume he searched nook and cranny around his followers to find me and then to PRIVATELY mention me. He couldn't just easily push the REPLY button in the bottom of my tweet so twitter would automatically type my account's ID. He did that effort, that is the problem. 

I just thought, if I deleted it, he wouldn't bother looking around for my account and then directly mentioning me. I am so embarrassed by his deed. SERIOUSLY I AM NOW. I dunno how to live anymoar. *sobs* 

In the deepest embarrassment,
/jingga