20130407

{tentang Mama}



Berbahagialah para emak yang dikaruniai indra keenam untuk mendeteksi ketidak-beresan yang terjadi di keluarganya, terutama pada anak-anaknya.

Barusan ditelpon sama Mama. Rasanya ngos-ngosan kaya dikejar waria.. hahaha *lebay*

Sebenernya sudah beberapa hari pengen telpon rumah tapi suasana hati sedang remuk redam, jadi ketimbang bikin Mama jengkel pada orang yang tidak beliau kenal, mending diem gak usa telpon sampai keadaan aman terkendali. Jadilah beberapa hari ini ngempet nggak telpon rumah sambil berharap Mama akan berpikir "No news means good news".

Ternyata tadi Mama telpon. Kerasa ya, Ma? :(
Haduuuw... kelimpungan menetralkan nada bicara dan membelokkan arah pembicaraan ke hal-hal yang lebih netral. Sumpah keringetan.

Aku: Mah...
Mama: Opo? Onok opo sih? Dari tadi mah meh mah meh, jebule mek takon Papa nangdi, kapan mulih... (Mama Papa lagi pulkam)
Aku: Anu... (keringet gede)... Annisa kapan ujian?
Mama: kan wis tak kandani pertengahan bulan iki.. takon terus.. Opo'o?
Aku: Nggak.. mek takon thok..
Mama: Aneh arek iki. Onok opo sih?
Aku: Nggak onok opo-opo, Ma. Mama, reeekk
Mama: Mosok? Gak biasane....
*tut tut tut*

Ternyata telpon keputus karena batere hp-nya ngedrop. Hahaha... *senang*

Aku selamaaaat. Hahaha.. #yess

Tapi intinya bukan disitu. Aku cuman menggaris-bawahi bahwa ternyata curhat sama ortu juga harus mulai di-edit. Maksudku bukan bohong atau mengurangi fakta ya, tapi lebih pada apa yang disampaikan ke ortu kita. Kadang kita marah sama teman atau siapapun deh, mungkin dalam permasalahan itu kita juga bersalah, tapi kita terlalu asik menceritakan kesalahan orang yang kita sebelin jadinya kalau ortu (particularly Emak) kita orangnya gampang terpengaruh, bisa-bisa kepikiran lho... Kasihan kan? Trus kadang masalah uda slese, kitanya lupa update. Jadilah emak kita masi kepikiran anaknya lagi jambak-jambakan sama musuhnya atau lagi gaplok-gaplokan... tanpa tahu bahwa sang anak dan musuhnya sudah akur minum kopi bareng di starbaks. Yang begini ini gak ada baiknya deh. Yang ada bikin mereka (para ortu) khawatir.

Jadi, untuk yang sudah pada gede kayanya curhat-editing itu perlu untuk menjaga kesehatan orang tua. Biar gak sakit-sakitan mikirin kita yang "bedhigasan" ini (Kita? LOL).

Mama... kali ini Mama selamat dari curhatan gak pentingku. Nanti aja kalo makin menggila aku lari pulang, nyuci kaki Mama, trus kuminum air bekas cuci kaki Mama. Ya, Ma, ya?

*yeee.. itu mah sama ajyaaa (getok kepala pake ulekan)*

No comments: