20091217

my dream camera...


I am sooo drooling over this camera.
I want it so badly but the price is soooooooooooo... Augh!!!
Here is the review from here:

Mereka yang ‘meradang’ setelah hadirnya EOS 500D

2009 April 6
by Mas Gaptek

Canon sudah meluncurkan kamera DSLR EOS 500D dengan kisaran harga 10 juta plus lensa kit 18-55mm. Harga jual ini membuat 500D makin menjauhi arena entry-level dan makin merapat ke harga kamera DSLR kelas menengah. Tentu saja Canon mematok angka setinggi ini bukannya tanpa alasan, karena fitur full HD movie (terlepas dari frame ratenya yang cuma 20 fps) telah menjadi tag-line dari 500D ini, disamping sederet fitur lain seperti live view dan engine Digic 4. Pro dan kontra mengiringi keputusan Canon yang memberikan fitur movie di 500D, dengan positioning harga di 10 jutaan, tentu ada pihak-pihak yang ‘meradang’ baik dari kompetitor atau bahkan termasuk dari pihak Canon sendiri. Saya coba melakukan estimasi siapa saja yang penjualannya bakal terganggu dengan hadirnya 500D ini.

Pesaing dari Canon :

  • Nikon D90 : Sebagai DSLR pertama di dunia yang mengusung fitur movie, penjualan D90 bisa jadi terganggu oleh 500D karena dua hal : harga dan spesifikasi video. EOS 500D lebih murah dari Nikon D90, dan D90 hanya mampu menyuguhkan movie 720p sementara 500D sudah 1080p.
  • Lumix GH1 : Sebagai pendatang baru yang mengusung konsep Micro 4/3, Panasonic Lumix GH1 menawarkan solusi hybrid antara fotografi dan camcorder dengan sama baiknya. Masalahnya, biaya yang harus ditanggung konsumen untuk riset format baru ini membuat harga Lumix GH1 melambung di kisaran 12 juta sehingga penjualannya nanti akan mudah dipatahkan oleh 500D.
  • Olympus E-620 : Produk entry level yang disebut-sebut sebagai calon andalan dari Olympus ini bahkan belum masuk ke pasaran saat tiba-tiba Canon meluncurkan 500D. Dengan situasi seperti ini, Olympus bisa jadi harus merevisi target penjualan dari E-620 yang minus fitur movie ini.
  • Sony A350 : Dengan segmentasi kelas yang sama dengan 500D, produk unggulan dari Sony di kelas menengah bawah ini memang punya banderol harga di bawah 500D. Namun saya prediksi bisa jadi banyak orang yang rela menambah beberapa juta untuk mengambil 500D daripada Sony A350.

Dari internal Canon sendiri :

  • EOS 50D : Berbagi resolusi yang sama-sama 15 MP di keping sensor APS-C, 500D tampak seperti mini 50D namun plus fitur movie. Canon tidak tampak kuatir kalau penjualan 50D akan terganggu dengan peluncuran 500D, namun saya memprediksi bakal banyak calon pembeli 50D yang akan beralih ke 500D (kecuali mereka yang perlu bodi weather sealed, kinerja tinggi, viewfinder prisma, AF micro adjustment dan top status LCD). So, 500D saya yakini akan sedikit banyak merusak penjualan 50D.

Supaya artikel ini berimbang, saya sajikan juga prediksi akan produk DSLR yang justru bisa mengganggu penjualan dari EOS 500D :

  • EOS 40D : Inilah produk DSLR yang paling berimbang antara harga dan performa dan berada di kisaran harga yang sama dengan 500D. Bila bukan fitur movie yang jadi target utama anda, dengan harga 10 juta anda sudah bisa mendapat kamera DSLR yang sarat fitur, kinerja tinggi dan bodi yang kokoh tanpa harus menguras kantong terlalu dalam.
  • Nikon D80 : Produk DSLR Nikon paling populer ini masih tetap laris penjualannya meski telah dinyatakan discontinued. Dengan kualitas tinggi namun punya harga jual dibawah 500D, beberapa orang bisa jadi justru akan memilih DSLR lawas ini meski mungkin sudah semakin jarang ada yang jual.
  • EOS 450D : Inilah pesaing nyata dari 500D yang notabene adalah sang kakak kandungnya sendiri. Harapan banyak orang dengan hadirnya 500D justru turunnya harga 450D ke kisaran 6 jutaan sehingga tidak lagi harus bimbang memilih 450D atau 1000D. Dengan fitur yang lengkap dan sudah amat memadai untuk pemula, EOS 450D saya yakini akan membuat banyak orang lebih memilihnya ketimbang 500D.
  • Nikon D5000, produk Nikon yang ditujukan untuk menggempur EOS 500D

My comment:
When oh when... *sobbing*

No comments: