20090319

Dia ganteng sekali...


Kangen nulis lagi...
Kali ini ingin sekali menyoroti film Twilight. Seorang teman baik membawakan soft file film ini dan tanpa pikir panjang saya segera meng-copy. Sebenarnya ini sedikit keluar jalur. Dalam dunia saya, saya punya peraturan yang sedari dulu selalu saya taati. Akhir-akhir ini banyak sekali novel dan cerita yang kemudian difilmkan. Biasanya, yang seperti ini hampir selalu menjadi hit. Nah, karena itu saya berjanji pada diri sendiri bahwa kalau belum membaca buku tersebut, saya mengharamkan diri sendiri untuk melihat filmnya. Bila dilakukan kebalikannya, saya takut nantinya imej di film tersebut akan mempengaruhi fantasi saya akan buku yang saya baca. Dan saya tidak suka itu. Semua film Harry Potter selalu saya tonton setelah saya membaca novelnya. Satu hal yang harus saya akui bahwa sampai detik ini saya belum membaca novel Harry Potter jilid 3,6, dan 7. Jadi, bisa dipastikan saya tidak melihat film Harry Potter and the Prisoner of Azkaban di bioskop. Sampai kapanpun saya tidak akan melanggar janji saya. Itu kata saya waktu itu.
Sekarang tampaknya saya harus menelan perkataan saya sendiri. Beberapa menit yang lalu saya telah mencurangi diri sendiri dengan menonton film Twilight. Saya benar-benar tidak bisa menahan godaannya. Sebenarnya film itu biasa saja dari segi penokohan dan alur cerita. Namun yang menggemparkan adalah tokoh yang memerankan si vampir Edward Cullen. Robert Pattinson, sang pemeran Edward Cullen terasa begitu menghayati perannya sebagai vampir “baik”. Wajahnya mungkin tidak terlalu tampan untuk ukuran bintang film. Namun ada sesuatu di gesture dan tatapan matanya yang begitu “berisi” dan memancing penasaran. Saya termasuk dalam grup orang yang penasaran itu. Yeah, silakan saja kalian bertepuk tangan ataupun mengolok-olok saya karena saya yang notabene tidak suka daun muda ini mulai melirik si Pattinson itu. Gawat... Apa ini yang namanya tua-tua keladi? Entahlah...
Film ini lumayan berkesan bagi saya. Entah kenapa figur Edward begitu menyentuh dan menggetarkan. Saya rasa ini karena keinginannya yang begitu kuat untuk melawan kodratnya sebagai vampir dengan tidak minum darah manusia dan keteguhannya dalam melindungi Isabella. Yeah, bisa ditebak kalo Mbak Bella ini adalah kekasih Edward.
Tentang karakter Bella, sejak pertama saya melihatnya di film ini tidak menarik perhatian saya. Menurut saya penokohannya biasa saja dan terkesan seperti gadis biasa yang tidak ada istimewanya. Di luar sana orang-orang menggembar-gemborkan pemeran Isabella (yang saya tidak tahu namanya) sangat cantik. Terus terang saya kecewa, karena kecantikan Bella seperti kalah pamor dengan kegantengan Edward yang seperti memiliki inner strength dan sex appeal yang sangat kuat dan dominan. Silakan kalian menilai saya cemburu, tapi bagi saya Bella akan lebih “nendang” apabila diperankan oleh aktris sekelas Anne Hathaway atau pemeran wanita dalam film Pirates of the Carribean (saya lupa namanya).
The last but not the least, film ini lumayan “menggerakkan”. Maksud saya, ia bisa menggerakkan saya untuk mencari pacar yang bisa sekokoh dan se-protektif Edward. Kalau untuk seganteng Edward saya rasa itu sungguh keterlaluan. Saya rasa kegantengan Edward harus dibayar mahal dengan perangai yang aduhai buruknya. Membuat saya hilang rasa :P
Bagi penggemar Edward Cullen, kalian punya anggota baru... *huhuhuhu
Hugs,
Jingga

2 comments:

nenoQ wulan said...

Saya rasa kegantengan Edward harus dibayar mahal dengan perangai yang aduhai buruknya. Membuat saya hilang rasa :P

Bwuahahaaa...!!!
Mberrr..., yg namanya ganteng itu pasti harus diabayar mahal dgn kebiadaban lelaki, doyan selingkuhlah, genit lah, gombal lah, U name it.

Jinggaaaa..., I miss U, mwah mwah :)
Aku juga berasa jatuh cinta lagi abis nonton itu, sampe diajak nonton dua kali sama BF ku, hehe :)

JINGGA ADHITYA said...

Yahhh.. kali ini kita samaan lagi, Neng!! TOSS nenoQ!!

Aimisyu jugak, Cintaaaahhhh!!!

Mari kita satukan langkah, berantas laki-laki menyebalkan dari muka bumi ini. Khekhekhe...