20081202

sang Rahwana mengejar matahari


Matahari belum lagi terkejar
malam telah menelan bayang~bayang
Tersisa mayang yang menggurat kenang
dalam lamun tak berselang

Aku mencari buntut bayang
yang tiba-tiba hilang dalam pincing mata hari.
Bayang yang kuimpi kala teratai merekah
di kanopi pasi

Ronaku tak cukup purba untuk gemerlap luna
Demikian langitku tak luas
untuk lintang berkelip leluasa

Mereka tentu telah berpenjaga

Dipelataran sore tadi kuhabiskan temaram
bersama kurcaci dan dalang opera
Pada mereka kupercayakan reuni
’Aku dengan buntut bayangku’

Sepertinya disana aku harus kembali
Di tempat semuanya bermula
Tempat bayang tercipta
Tempat buntut tiba-tiba maya

Dengan begitu aku akan mengerti ujud bayangku
Rupa ’mata hari’ku


Rahwana
2008/12/01 23:03

ps:
Aku menulis puisi ini atas ijin yang bikin lhooo.. Jadi bukan mem-plagiat :PP

No comments: