20081224

Niken lagi... :(





Satu dalam seribu kurasa sepadan dengan airmata ibu...
Berbahagialah mereka berkarib jingga ketika beranjak ayun purnama

Semula sua
Sementara jua
Bermula dua
Mendua pula

Kalau ada satu dalam seribu
Mengapa galau dalam menunggu
Tidakkah satu juga tentu
Rindu merengek temu

Relakan biru
Bahtera mereka
samudra tlah menyeru


-Rahwana-

2008/12/24
14:36



Kemaren sore rindu itu melanda lagi. Pemicunya sesuatu yang remeh. Aku mencari-cari gambar di telepon genggam. Gambarku dengan sahabatku, Niken. Ternyata ada banyak sekali dan semuanya seperti mencubiti kaki dan lenganku. Kenangan-kenangan indah itu. Semuanya. Semuanya menyeruak ke permukaan.

Ada foto kami ketika menginap di rumah Tika, another dearest bestfriend. Kami bicara sampai larut malam. Ada juga fotoku dengan Niken ketika menghadiri pernikahan seorang teman. Kami berdua begitu katrok karena jarang menghadiri pernikahan di hotel berbintang. Kami berfoto di toilet.

Aku tidak tahu harus berbagi ini dengan siapa. Menyesakkan. Akhirnya kukirim sms ke Rahwana. Dia tidak membalasnya. Aku tidak terkejut karena dia begitu moody dan sms sering merepotkannya. Hari ini. Saat ini dia membalas smsku. Seperti yang terbaca di atas. Ia benar. Aku harus mulai merelakan Niken. Toh dia tidak akan pergi jauh. Hanya Bali, sekali lompatan melewati selat Bali aku bisa menemuinya lagi.

Mungkin aku hanya berada di puncak kesepianku. Mungkin dia adalah satu-satunya yang terdekat di hatiku saat ini. Saat aku tidak punya pacar dan tidak begitu memusingkannya sampai Niken benar-benar memutuskan pergi.

Aku benar-benar melewati saat yang sulit. Semoga ini tidak berkepanjangan. Aku mulai lelah dan dayaku hampir habis.

Hugs,

Jingga

ps:
kenapa jadi muram begini ya?

No comments: