20081219

Kodok, Rumput dan sang Hujan



Titik-titik hujan berdenting di kaca, mendamaikan…
Aku bagai seekor katak yang berdendang kegirangan
Kala sang hujan tersungging menyapa jiwa
Aku bagai kecebong kecil yang bersorai riuh
Saat sentuhan dingin rintiknya membelai hati

Ini gaduh yang kudamba...
Tiap tetes adalah selaksa harmoni penyembuh luka
Tiap butirnya adalah semesta sejuk dunia

Aku hanyalah rumput...
Diam, hening, dan takluk
Kala kau datang, wahai Air Langitku
Kureguk sejuta cita hidup dan nirwana
Beningmu kabarkan cerita indah sang niji
Tempat para bidadari bercanda lirih

Aku hanya seekor katak yang terpesona lembut melodimu
Aku cuma rumput yang menantikan lengkung pelangimu

Wahai Air Langit,
Terimalah sekeping tresna dariku

18 Desember 2008
21:48
In my room... (ngantuk)

Mood: lempeng
Soundtrack: Semua yang Terlambat – Marcel
(urip kok di-soundtrack-i… *hihihi)

No comments: